shengsookaiyoo.com,1 mei 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

PUBG Mobile, sebuah permainan video battle royale gratis yang dikembangkan oleh LightSpeed & Quantum Studio (divisi Tencent Games) dan diterbitkan oleh Tencent Games serta Krafton, telah menjadi fenomena global sejak dirilis pada 19 Maret 2018. Sebagai adaptasi mobile dari PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), game ini menarik lebih dari 1 miliar unduhan hingga 2022 dan menjadi salah satu game mobile terlaris sepanjang masa. Season 3 tahun 2019 menjadi salah satu momen penting dalam sejarah PUBG Mobile, ditandai dengan peluncuran peta baru, fitur inovatif, dan perkembangan kompetitif yang memperkuat posisinya di dunia esports. Artikel ini akan membahas secara profesional, lengkap, rinci, dan jelas tentang sejarah PUBG Mobile Season 3 2019, mencakup pembaruan utama, fitur baru, peta Sanhok, acara, turnamen, dampak pada komunitas, dan konteks perkembangan game.
Latar Belakang PUBG Mobile
PUBG Mobile adalah game battle royale yang memungkinkan hingga 100 pemain bertarung di peta luas untuk menjadi yang terakhir bertahan. Dirilis pada Maret 2018 untuk Android dan iOS, game ini menggunakan Unreal Engine 4 untuk menghadirkan grafis berkualitas tinggi, mekanika menembak realistis, dan pengalaman kompetitif. Sebelum Season 3, PUBG Mobile telah memperkenalkan dua peta utama, Erangel dan Miramar, serta sistem Royale Pass untuk memberikan hadiah musiman kepada pemain.
Season 3, yang berlangsung dari sekitar September hingga November 2019, menandai babak baru dengan peluncuran peta Sanhok, fitur seperti Night Mode, dan peningkatan popularitas melalui turnamen esports seperti PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019. Season ini juga menjadi momen ketika PUBG Mobile mulai menarik perhatian besar di pasar global, termasuk Indonesia, India, dan Asia Tenggara.
Pembaruan Utama di Season 3 2019 
Season 3 PUBG Mobile memperkenalkan sejumlah pembaruan yang meningkatkan pengalaman bermain dan memperluas variasi gameplay. Berikut adalah rincian fitur dan konten baru yang dihadirkan:
1. Peta Baru: Sanhok 
Peta Sanhok adalah salah satu pembaruan paling signifikan di Season 3. Dirilis secara resmi pada pembaruan 0.8.0 sekitar September 2018, tetapi menjadi sorotan utama selama Season 3 2019 karena popularitasnya yang melonjak. Berikut adalah karakteristik utama Sanhok:
-
Ukuran dan Desain: Sanhok adalah peta terkecil saat itu, dengan luas 4×4 km (seperempat ukuran Erangel). Terinspirasi oleh hutan tropis Asia Tenggara, peta ini memiliki vegetasi lebat, sungai, dan perbukitan.
-
Lokasi Populer: Tiga lokasi paling banyak dikunjungi adalah Boot Camp (pertempuran intens di tengah peta), Paradise Resort (kompleks resor dengan banyak loot), dan Ruins (reruntuhan kuil dengan dinamika tempur cepat).
-
Senjata Eksklusif:
-
QBZ: Senapan serbu eksklusif Sanhok yang menggantikan SCAR-L, menggunakan peluru 5.56mm. Senjata ini mencatatkan 825.336.302 eliminasi dan membantu memenangkan 942.686.219 “Chicken Dinner” selama Season 3.
-
QBU: Senjata DMR (Designated Marksman Rifle) eksklusif Sanhok, menggunakan peluru 5.56mm, yang digunakan untuk mengeliminasi 38.546.051 pemain.
-
-
Gameplay Cepat: Dengan ukuran peta yang kecil, pertempuran di Sanhok lebih intens dan cepat, dengan rata-rata durasi pertandingan 20-25 menit dibandingkan 30 menit di Erangel.
Sanhok menjadi favorit pemain karena tempo cepat dan estetika tropisnya, yang memberikan pengalaman berbeda dari peta gurun Miramar atau dataran Erangel.
2. Night Mode 
Night Mode, diperkenalkan dalam pembaruan 0.9.0 (Oktober 2018) dan menjadi populer di Season 3, adalah fitur yang sangat dinantikan. Mode ini tersedia di peta Erangel secara acak, dengan fitur berikut:
-
Lingkungan Gelap: Pertandingan berlangsung dalam kondisi malam, mengurangi visibilitas dan mendorong penggunaan Night Vision Goggles (kacamata penglihatan malam), yang hanya tersedia di airdrop.
-
Strategi Baru: Pemain harus mengandalkan suara, flare, dan taktik siluman, menciptakan dinamika berbeda dari mode siang.
-
Popularitas: Night Mode digambarkan sebagai “salah satu pengalaman paling menarik” bagi pemain, menambah variasi gameplay dan tantangan baru.
3. Flare Gun 
Flare Gun, yang mulai populer di Season 3, adalah senjata langka yang memberikan keuntungan taktis:
-
Fungsi: Menembakkan Flare Gun memanggil airdrop dengan senjata canggih atau kendaraan lapis baja (di beberapa peta).
-
Statistik: Lebih dari 15.024.806 Flare Gun ditembakkan selama Season 3, menunjukkan popularitasnya di kalangan pemain.
-
Tantangan: Flare Gun menarik perhatian musuh karena cahaya terangnya, memaksa pemain untuk merencanakan penggunaannya dengan hati-hati.
4. Royale Pass Season 3 
Royale Pass (RP) adalah sistem musiman yang memberikan hadiah seperti skin, emote, dan item kosmetik berdasarkan misi dan poin yang dikumpulkan. Di Season 3, Royale Pass menghadirkan:
-
Tema: Fokus pada estetika tropis yang selaras dengan peta Sanhok, dengan skin bertema hutan dan militer.
-
Hadiah: Termasuk skin senjata (misalnya, QBZ dan QBU), pakaian karakter, dan parasut eksklusif.
-
Struktur: Tersedia dalam versi gratis dan Elite (berbayar, sekitar $10-25), dengan Elite Plus menawarkan hadiah tambahan dan bonus RP.
-
Misi: Mencakup tugas harian dan mingguan, seperti menyelesaikan pertandingan di Sanhok, mencapai jumlah eliminasi tertentu, atau menggunakan Flare Gun.
Royale Pass Season 3 meningkatkan keterlibatan pemain dengan memberikan insentif untuk bermain secara rutin dan menyelesaikan tantangan.
5. Kendaraan dan Item Baru 
-
Tuk-Tuk: Kendaraan tiga roda eksklusif Sanhok, cocok untuk medan berbukit dan cepat untuk rotasi.
-
Bulletproof UAZ: Kendaraan lapis baja yang tersedia melalui Flare Gun, memberikan perlindungan tambahan.
-
Dynamic Weather: Sanhok memperkenalkan cuaca dinamis (hujan dan kabut), yang memengaruhi visibilitas dan strategi.
6. Peningkatan Teknis 
Pembaruan Season 3 juga mencakup optimalisasi teknis:
-
Anti-Cheat: Sistem anti-cheat ditingkatkan untuk mendeteksi dan menangguhkan pemain yang menggunakan perangkat lunak curang.
-
Performa: Pengoptimalan grafis untuk perangkat kelas menengah dan rendah, memungkinkan lebih banyak pemain mengakses game.
-
Kontrol: Penyesuaian sensitivitas dan tata letak kontrol untuk meningkatkan pengalaman menembak.
Acara dan Kolaborasi
Season 3 2019 menampilkan beberapa acara dalam game yang meningkatkan keterlibatan komunitas:
-
Sanhok Event Pass: Acara khusus yang menawarkan hadiah tambahan untuk misi di peta Sanhok, seperti skin eksklusif dan UC (mata uang dalam game).
-
Halloween Event: Bertepatan dengan Oktober 2019, acara ini memperkenalkan skin bertema Halloween, seperti kostum hantu dan labu, serta dekorasi tematik di lobi.
-
Kolaborasi Musiman: Meskipun kolaborasi besar (misalnya, dengan Resident Evil 2 atau Godzilla) lebih menonjol di season lain, Season 3 menghadirkan item kosmetik musiman yang terinspirasi oleh budaya pop.
Acara ini dirancang untuk menjaga minat pemain dan mendorong pembelian dalam game, yang menjadi sumber pendapatan utama PUBG Mobile.
Perkembangan Esports: PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019
Season 3 2019 bertepatan dengan puncak popularitas esports PUBG Mobile, terutama melalui PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019, sebuah turnamen global yang menarik tim dari berbagai wilayah. Berikut adalah sorotan utama:
-
Struktur Turnamen: PMCO 2019 terdiri dari kualifikasi online, final regional, dan final global. Final Regional Indonesia diadakan pada April 2019 di Jakarta, dengan 12 tim bersaing, termasuk Bigetron ID, Onic Esports, RRQ Kage, dan Victim Esports.
-
Hadiah: Total hadiah untuk final regional Indonesia mencakup $4.000 untuk juara, $2.000 untuk peringkat kedua, dan $1.200 untuk peringkat ketiga.
-
Tim Terkemuka: Bigetron ID dan Onic Esports menjadi sorotan di Indonesia, sementara tim global seperti Top Esports (Cina) dan RRQ Athena (Thailand) mendominasi final global pada Juli 2019 di Berlin, Jerman.
-
Dampak: PMCO 2019 meningkatkan visibilitas PUBG Mobile sebagai esport kompetitif, menarik sponsor dan memperluas basis penggemar. Turnamen ini juga mendorong profesionalisasi pemain, dengan banyak tim membentuk roster dan pelatih resmi.
Di Indonesia, scene esports wanita juga mulai berkembang, meskipun PUBG Mobile Valkyrie Battleground (PMVB) Season 3 baru diadakan pada 2023. Namun, pada 2019, tim seperti Bigetron dan Onic mulai membangun fondasi untuk kompetisi wanita di masa depan.
Dampak Season 3 pada Komunitas
Season 3 2019 memiliki dampak signifikan pada komunitas PUBG Mobile:
-
Peningkatan Popularitas: Peluncuran Sanhok dan Night Mode menarik jutaan pemain baru, dengan laporan bahwa PUBG Mobile mencapai lebih dari 500 juta unduhan pada akhir 2019.
-
Engagement Komunitas: Acara dalam game dan Royale Pass mendorong pemain untuk bermain lebih lama, dengan statistik menunjukkan peningkatan waktu bermain rata-rata.
-
Konten Kreatif: Streamer dan YouTuber, terutama di Indonesia (misalnya, Jess No Limit dan BTR Ryzen), mempopulerkan Sanhok melalui konten gameplay, tutorial, dan highlight, memperkuat budaya gaming.
-
Ekspansi Platform: Pada Desember 2018 (tepat sebelum Season 3), PUBG Mobile diumumkan tersedia untuk PlayStation 4, meskipun fokus utama tetap pada platform mobile. Ini menunjukkan ambisi Tencent untuk memperluas jangkauan game.
Tantangan dan Kritik
Meskipun sukses, Season 3 menghadapi beberapa tantangan:
-
Masalah Teknis: Beberapa pemain melaporkan lag dan bug, terutama pada perangkat kelas rendah, meskipun pembaruan teknis berusaha mengatasi ini.
-
Keseimbangan Senjata: QBZ dan QBU di Sanhok dianggap terlalu kuat oleh beberapa pemain, memicu diskusi tentang balancing.
-
Monetisasi: Harga Royale Pass Elite dan item kosmetik dikritik sebagai mahal oleh sebagian komunitas, meskipun model free-to-play tetap menarik banyak pemain.
-
Persaingan: Fortnite Mobile, yang juga populer pada 2019, menjadi pesaing utama dengan gaya visual kartun dan mekanika bangunan yang berbeda. PUBG Mobile berhasil mempertahankan basis pemainnya melalui realisme dan pembaruan rutin.
Konteks Sejarah dan Perbandingan
Season 3 2019 terjadi pada puncak perkembangan genre battle royale, yang dipelopori oleh PUBG PC pada 2017 dan diikuti oleh Fortnite dan Apex Legends. Berikut adalah konteks historisnya:
-
Sebelum Season 3: Season 1 dan 2 (2018) berfokus pada pengenalan mekanika dasar dan peta Miramar, dengan komunitas yang masih berkembang.
-
Setelah Season 3: Season 4 (November 2019) memperkenalkan fitur seperti Hardcore Mode dan senjata baru (MP5K), sementara peta Vikendi (musim dingin) mulai diuji coba. Esports terus berkembang dengan PMCO dan turnamen regional lainnya.
-
Inovasi Global: PUBG Mobile membedakan dirinya dari PUBG PC dengan menambahkan fitur mobile-friendly, seperti auto-loot dan kontrol yang disesuaikan, yang terlihat jelas di Season 3.
Dibandingkan dengan season lain, Season 3 menonjol karena peluncuran Sanhok, yang mengubah dinamika gameplay menjadi lebih cepat dan intens, serta memperkuat identitas PUBG Mobile sebagai game yang berfokus pada variasi peta.
Prospek dan Warisan
Season 3 2019 meninggalkan warisan penting bagi PUBG Mobile:
-
Peta Sanhok: Tetap menjadi salah satu peta paling populer hingga 2025, dengan pembaruan seperti mode Ocean Odyssey pada 2024.
-
Esports: PMCO 2019 menjadi cikal bakal turnamen besar seperti PUBG Mobile Global Championship (PMGC), yang dimulai pada 2020.
-
Inovasi Gameplay: Night Mode dan Flare Gun menjadi inspirasi untuk fitur tematik di season berikutnya, seperti Zombie Mode dan mode kolaborasi.
-
Komunitas Global: Season 3 membantu memperluas basis pemain di Asia, terutama Indonesia, yang kini menjadi salah satu pasar terbesar PUBG Mobile.
Hingga 2025, PUBG Mobile terus berkembang dengan pembaruan seperti versi 3.8.3 beta dan kolaborasi tematik, membuktikan bahwa inovasi Season 3 menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang.
Kesimpulan
PUBG Mobile Season 3 2019 adalah tonggak penting dalam sejarah game ini, ditandai dengan peluncuran peta Sanhok, fitur Night Mode, Flare Gun, dan Royale Pass yang menarik. Dengan pembaruan teknis, acara musiman, dan turnamen seperti PMCO 2019, Season 3 tidak hanya meningkatkan pengalaman bermain tetapi juga memperkuat posisi PUBG Mobile sebagai pemimpin genre battle royale. Meskipun menghadapi tantangan teknis dan persaingan, season ini berhasil menarik jutaan pemain baru dan membangun komunitas esports yang kuat, terutama di Indonesia. Warisan Season 3 tetap terasa hingga hari ini, dengan Sanhok dan inovasi gameplay yang terus memengaruhi perkembangan PUBG Mobile. Bagi penggemar game ini, Season 3 adalah kenangan indah yang menandai puncak kreativitas dan kegembiraan dalam perjalanan battle royale.
BACA JUGA: Sejarah Lengkap dan Terinci Mobile Legends Season 2 2017
BACA JUGA: Krisis Hunian Dinas TNI: Menhan Tegaskan Kebutuhan Mendesak Perumahan Prajurit
