shengsookaiyoo.com, 28 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

PUBG Mobile, sebuah adaptasi mobile dari game battle royale fenomenal PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), resmi dirilis secara global pada 19 Maret 2018 untuk platform Android dan iOS. Dikembangkan oleh LightSpeed & Quantum Studio, divisi dari Tencent Games, dan diterbitkan oleh Tencent, Krafton, serta VNG Games di berbagai wilayah, game ini dengan cepat menjadi salah satu game mobile paling populer di dunia. Season 1 dari PUBG Mobile, yang berlangsung pada tahun 2018, menjadi titik awal yang monumental bagi game ini, menandai era sederhana namun penuh nostalgia bagi para pemain. Artikel ini akan membahas secara detail dan akurat sejarah, fitur, mekanisme, tantangan, serta dampak dari PUBG Mobile Season 1 pada tahun 2018, berdasarkan informasi yang tersedia dan pengalaman komunitas pada masa itu.
Latar Belakang dan Peluncuran PUBG Mobile
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1707568/original/013618300_1505204910-pubg.jpg)
Sebelum PUBG Mobile dirilis, PlayerUnknown’s Battlegrounds versi PC, yang dikembangkan oleh PUBG Studios dan diterbitkan oleh Krafton, telah mencuri perhatian dunia sejak peluncurannya pada Maret 2017 melalui program early access di Steam. Terinspirasi dari film Jepang Battle Royale (2000) dan mod sebelumnya yang dibuat oleh Brendan “PlayerUnknown” Greene, PUBG memperkenalkan genre battle royale ke khalayak luas: hingga 100 pemain bertarung di sebuah pulau, mencari senjata dan peralatan, sambil bertahan hidup di zona permainan yang terus menyusut hingga hanya satu pemain atau tim yang tersisa.
Melihat potensi pasar mobile gaming yang sedang berkembang pesat, Tencent Games bekerja sama dengan Krafton untuk mengadaptasi pengalaman PUBG ke perangkat mobile. PUBG Mobile dibuat menggunakan Unreal Engine 4, yang memungkinkan grafis berkualitas tinggi dan gameplay yang mendekati versi PC, meskipun dioptimalkan untuk perangkat dengan spesifikasi rendah hingga tinggi. Setelah periode pengujian beta di beberapa wilayah, PUBG Mobile resmi diluncurkan secara global pada 19 Maret 2018, dan langsung tersedia secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store.
Season 1 PUBG Mobile dimulai bersamaan dengan peluncuran global ini, menjadi periode awal di mana sistem peringkat, misi, dan hadiah mulai diperkenalkan kepada pemain. Season 1 berlangsung selama beberapa bulan pada tahun 2018, meskipun tidak ada informasi resmi yang menyebutkan tanggal pasti berakhirnya season ini karena sistem season pada awalnya masih sederhana dan belum terstruktur seperti season-season berikutnya.
Fitur dan Gameplay Season 1

Season 1 PUBG Mobile dikenal sebagai era yang sangat sederhana dibandingkan dengan pembaruan modern game ini. Fitur-fiturnya minim, tetapi justru kesederhanaan ini yang membuatnya begitu berkesan bagi pemain veteran. Berikut adalah detail fitur dan elemen gameplay pada Season 1:
1. Peta yang Tersedia
Pada Season 1, hanya satu peta yang tersedia secara resmi: Erangel. Peta ini adalah peta ikonik dari PUBG, berukuran 8×8 km, dengan lanskap beragam yang mencakup kota, desa, ladang, dan pegunungan. Erangel dirancang untuk memberikan pengalaman battle royale klasik, dengan lokasi-lokasi terkenal seperti Pochinki, Georgopol, School, dan Military Base menjadi hotspot untuk pertempuran sengit.
Peta lain seperti Miramar, Sanhok, dan Vikendi belum diperkenalkan pada Season 1. Sanhok, misalnya, baru dirilis pada pembaruan 0.8.0 di bulan September 2018, setelah Season 1 berakhir. Ketiadaan variasi peta membuat Erangel menjadi fokus utama, dan pemain menghabiskan waktu untuk menguasai setiap sudut peta ini.
2. Mode Permainan
Season 1 hanya menawarkan mode Classic dengan tiga opsi permainan:
-
Solo: Pemain bertarung sendirian melawan 99 pemain lain.
-
Duo: Pemain bermain dalam tim berdua.
-
Squad: Pemain bermain dalam tim hingga empat orang.
Tidak ada mode tambahan seperti Arcade, Team Deathmatch, atau mode event khusus yang kini menjadi ciri khas PUBG Mobile. Pertandingan berlangsung selama 25-35 menit, tergantung pada seberapa lama pemain bertahan, dengan hingga 100 pemain per lobi.
3. Senjata dan Attachment 
Senjata pada Season 1 jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pembaruan berikutnya. Beberapa detail penting tentang senjata pada masa ini meliputi:
-
UMP9: Submachine gun (SMG) UMP menggunakan peluru 9mm, bukan peluru .45 ACP seperti sekarang (perubahan ini terjadi pada pembaruan berikutnya). UMP9 dikenal memiliki fire rate yang tinggi dan cocok untuk pertempuran jarak dekat.
-
Micro Uzi dan Tommy Gun: Kedua SMG ini tidak memiliki slot untuk attachment upper rail, sehingga pemain tidak bisa memasang scope. Hal ini membuat kedua senjata ini sulit digunakan untuk bidikan presisi, terutama bagi pemain baru.
-
Scope 8x: Pada Season 1, Scope 8x dapat dipasang pada hampir semua senjata yang memiliki slot scope, termasuk assault rifle seperti M416. Banyak pemain menggunakan dua M416: satu dengan Red Dot Sight (RDS) untuk jarak dekat dan satu lagi dengan Scope 8x untuk jarak jauh. Fitur ini diubah pada season berikutnya, di mana Scope 8x hanya bisa digunakan pada DMR dan sniper rifle.
-
Pistol: Pistol seperti P92, P1911, P18C, dan R1895 tersedia, dengan R1895 dikenal sebagai pistol paling akurat karena kecepatan tembak yang lambat dan persebaran peluru yang rapat.
Senjata baru seperti M762 belum diperkenalkan (M762 dirilis pada Season 4, November 2018). Tidak ada attachment seperti Tactical Stock untuk M416 dan Vector, yang kemudian menjadi penting untuk mengurangi recoil.
4. Sistem Royale Pass

Royale Pass, sistem musiman untuk mendapatkan hadiah melalui misi, belum sepenuhnya terstruktur pada Season 1. Tidak ada informasi resmi yang menyebutkan adanya Royale Pass berbayar (seperti Elite Pass) pada periode ini. Sebaliknya, pemain bisa mendapatkan pakaian dan item kosmetik sederhana melalui Soldier Crates, yang dibeli menggunakan Battle Points (BP), mata uang dalam game yang diperoleh dari bermain. Skin senjata dan kostum premium seperti yang ada di season-season modern belum tersedia, membuat penampilan pemain relatif seragam dan sederhana.
5. Rank dan Sistem Peringkat 
Season 1 memperkenalkan sistem rank dasar, meskipun tidak sekompleks sistem modern dengan tier seperti Bronze, Silver, Gold, Platinum, Diamond, Crown, Ace, dan Conqueror. Pemain mendapatkan poin peringkat berdasarkan performa mereka dalam pertandingan, seperti jumlah kill, waktu bertahan, dan posisi akhir. Rank tertinggi pada masa ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, tetapi diyakini sebagai cikal bakal sistem Conqueror yang kemudian diperkenalkan.
Karena Season 1 adalah periode awal, tidak ada sistem “Cycle” seperti yang ada pada pembaruan modern (misalnya, Cycle 1 Season 1 atau C1S1, yang diperkenalkan kemudian). Pemain fokus pada peningkatan skill dan penguasaan peta Erangel untuk naik peringkat.
6. Kualitas Grafis dan Performa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2014898/original/016947000_1521545040-pubg-mobile-02.jpg)
PUBG Mobile Season 1 dirancang untuk berjalan pada berbagai perangkat, mulai dari smartphone kelas bawah hingga flagship. Pemain bisa memilih pengaturan grafis seperti:
-
Low (Smooth): Untuk perangkat dengan spesifikasi rendah, menawarkan frame rate tinggi dengan grafis minimal.
-
Medium (Balanced): Keseimbangan antara grafis dan performa.
-
High (HD): Grafis lebih tajam, tetapi membutuhkan perangkat yang lebih kuat.
Frame rate maksimum pada masa ini terbatas pada 30 FPS untuk sebagian besar perangkat, dengan opsi 60 FPS baru diperkenalkan pada pembaruan berikutnya (misalnya, versi 1.0 pada 2020). Karena optimisasi yang baik, game ini dapat dimainkan pada perangkat dengan RAM 2GB atau lebih, meskipun lag dan crash kadang terjadi pada perangkat kelas bawah.
7. Kendaraan dan Item
Kendaraan pada Season 1 terbatas pada yang ada di peta Erangel, seperti:
-
Dacia: Mobil cepat untuk empat penumpang.
-
UAZ: Jeep tangguh dengan kapasitas empat orang.
-
Buggy: Kendaraan ringan untuk dua orang, cepat tetapi rentan.
-
Motorcycle: Motor untuk dua orang, sangat cepat tetapi sulit dikendalikan.
Item seperti Painkiller, Energy Drink, dan Med Kit tersedia, tetapi tidak ada item khusus seperti Wild Berries atau Airdrop Marker, yang kemudian diperkenalkan pada peta Livik di pembaruan 2.0.
Tantangan dan Karakteristik Season 1
Season 1 dikenal sebagai era yang bebas dari banyak masalah yang muncul di season-season berikutnya, tetapi juga memiliki tantangan tersendiri. Berikut adalah beberapa karakteristik dan tantangan utama:
1. Minimnya Cheat dan Bug
Menurut laporan dari komunitas, Season 1 relatif bebas dari cheat dan bug yang mengganggu gameplay. Tidak adanya peretas (cheater) membuat pertandingan terasa adil, dan bug besar seperti glitch peta atau masalah server jarang terjadi. Hal ini menjadikan Season 1 sebagai “era terbaik” bagi banyak pemain veteran, di mana keterampilan individu benar-benar menentukan kemenangan.
2. Komunitas yang Unik
Pemain pada Season 1 cenderung lebih eksperimental dan memiliki gaya bermain yang beragam. Karena minimnya panduan resmi atau konten kreator yang mendominasi seperti sekarang, pemain belajar melalui trial and error. Komunitas juga lebih kecil dan terasa lebih erat, dengan interaksi antar pemain sering terjadi melalui fitur voice chat dalam game.
3. Keterbatasan Fitur
Kesederhanaan Season 1 juga menjadi tantangan. Tidak adanya mode tambahan, skin premium, atau fitur seperti auto-pickup membuat pemain harus lebih fokus pada gameplay inti. Selain itu, ketiadaan attachment tertentu (seperti grip atau compensator pada beberapa senjata) membuat pengendalian recoil menjadi lebih sulit, terutama untuk senjata seperti AKM yang dikenal memiliki recoil tinggi.
4. Performa Server
Meskipun server pada Season 1 relatif stabil, beberapa pemain di wilayah dengan koneksi internet lemah mengalami lag atau desync (ketidaksinkronan antara pemain dan server). Hal ini terutama terasa pada jam sibuk, ketika banyak pemain online secara bersamaan.
Dampak dan Nostalgia Season 1
Season 1 PUBG Mobile memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan game ini dan komunitasnya. Berikut adalah beberapa dampak utama:
1. Kesuksesan Komersial
PUBG Mobile dengan cepat menjadi fenomena global. Hanya dalam setahun setelah peluncuran, game ini telah diunduh lebih dari 1 miliar kali dan menghasilkan pendapatan miliaran dolar. Season 1 menjadi fondasi untuk kesuksesan ini, menarik jutaan pemain dari seluruh dunia dan membuktikan bahwa battle royale dapat sukses di platform mobile.
2. Pembangunan Komunitas Esports
Meskipun turnamen esports resmi untuk PUBG Mobile baru dimulai pada 2019, Season 1 menjadi periode di mana pemain mulai menunjukkan potensi kompetitif mereka. Komunitas lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai mengadakan turnamen kecil-kecilan, yang menjadi cikal bakal ekosistem esports PUBG Mobile yang kini sangat besar.
3. Nostalgia bagi Pemain Veteran
Bagi banyak pemain, Season 1 adalah kenangan emas. Kesederhanaan gameplay, ketiadaan cheat, dan pengalaman bermain di Erangel tanpa distraksi fitur modern membuat periode ini sering dirindukan. Artikel dari Esportsku menyebutkan bahwa pemain pada Season 19 (2021) masih merindukan elemen-elemen seperti UMP9 dengan peluru 9mm dan kemampuan untuk memasang Scope 8x pada assault rifle.
4. Evolusi Game
Season 1 menjadi titik awal untuk evolusi PUBG Mobile. Pembaruan berikutnya, seperti penambahan peta baru, mode permainan, skin, dan fitur seperti Royale Pass berbayar, semuanya dibangun di atas fondasi yang diletakkan pada Season 1. Kelemahan seperti keterbatasan fitur menjadi pelajaran bagi pengembang untuk terus berinovasi.
Fakta dan Statistik Tambahan
-
Ukuran Game: Pada peluncuran, PUBG Mobile memiliki ukuran sekitar 1,5-2 GB untuk Android dan iOS, jauh lebih ringan dibandingkan versi modern yang bisa mencapai 3-4 GB dengan pembaruan tambahan.
-
Pemain Aktif: Meskipun data pasti untuk Season 1 sulit ditemukan, PUBG Mobile mencatatkan 1 miliar unduhan global pada Maret 2021, menunjukkan pertumbuhan eksponensial sejak 2018.
-
Perangkat yang Direkomendasikan: Pada 2018, smartphone seperti Vivo V11 Pro (dengan Snapdragon 660, RAM 6GB) dianggap ideal untuk memainkan PUBG Mobile dengan pengaturan grafis tinggi tanpa lag.
Kesimpulan
PUBG Mobile Season 1 2018 adalah periode awal yang penuh kesederhanaan, tantangan, dan kenangan. Dengan hanya satu peta (Erangel), fitur terbatas, dan gameplay yang berfokus pada keterampilan murni, season ini berhasil menarik jutaan pemain dan meletakkan fondasi untuk kesuksesan PUBG Mobile sebagai salah satu game mobile terbesar di dunia. Meskipun minim fitur dibandingkan season modern, ketiadaan cheat, komunitas yang erat, dan pengalaman battle royale yang autentik menjadikan Season 1 sebagai era yang dirindukan oleh banyak pemain veteran.
Bagi yang ingin bernostalgia, elemen seperti UMP9 dengan peluru 9mm, Scope 8x pada M416, dan kesederhanaan Soldier Crates adalah pengingat akan masa-masa awal PUBG Mobile. Seiring game ini terus berkembang dengan peta baru, mode permainan, dan kolaborasi seperti Evangelion atau Spider-Man, Season 1 tetap menjadi simbol dari akar battle royale yang membawa PUBG Mobile ke puncak popularitas.
BACA JUGA: Sejarahh Mobile Legends: Perjalanan Panjang Dari Awal Hingga Fenomena Global
